Pipi Spanakopita

Sudah dua hari ini saya tidak masuk kerja karena kondisi badan yang nge-drop. Selain sinus saya kambuh ternyata tekanan darah juga rendah (90/60) dan bikin saya jadi lemas banget. Kata orang-orang obatnya adalah makan kambing. Tapi satu-satunya hidangan berbau kambing yang saya suka cuma Nasi Goreng Kambing Kuningan yang sekarang sudah pindah entah kemana. Mau makan sate kambing juga tidak terlalu doyan.

Akhirnya saya minta dibelikan durian sama suami saya. Karena (lagi-lagi kata orang) durian juga bisa meningkatkan tekanan darah. Kalau disuruh makan durian mah saya ikhlas karena memang penggemar berat buah yang satu ini. Masalahnya cuma satu.. Suami saya anti banget sama durian. Tidak pernah mau makan durian dan sangat terganggu dengan baunya. Tapi karena isterinya kekeuh minta dibeliin kayaknya dia jadi gak tega juga.

Dan tadi sore tiba-tiba dia muncul dengan membawa satu durian di tangan. Durian petruk dan belinya di Kalibata. Otomatis apartemen kami yang kecil pun beraroma durian. Tapi suami saya terlihat santai saja, bahkan berulangkali nanyain kenapa duriannya gak langsung dimakan.

Akhirnya saya pun makan durian pembelian suami saya. Jujur saja duriannya lumayan manis tapi masih keras. Bukan tipe durian favorite saya. Tapi mengingat perjuangan dia membeli durian itu jadilah saya habiskan juga.

Senang sekali melihat kebaikan hati suami saya. I love u, Pipi Spanakopita..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s