Opung..

Entah kenapa saya paling males disuruh datang arisan keluarga. Males basa-basi,males ditanyain macem-macem,dsb. Dari beberapa hari kemarin mama sudah wanti-wanti menyuruh saya datang ke arisan keluarga besar di rumah opung. Ada saja alasan yang saya utarakan. Pulang kerja pagi, ada acara dengan keluarga suami, pengen istirahat di rumah, dll. Tapi tiba-tiba saat saya bangun pukul 5 sore tadi entah kenapa saya kepikiran untuk datang ke arisan.

Dan keputusan saya tidak salah. Saya bertemu dengan opung saya yang berusia 84 tahun. Biasanya opung selalu terlihat ceria, hangat dan penuh senyum. Namun hari ini opung kelihatan beda banget. Tampak sedih, muram, bahkan saat saya salam dan cium pipinya opung sama sekali tidak sadar. Sedih sekali melihat keadaannya. Semenjak keluar dari rumah sakit beberapa waktu yang lalu opung memang terlihat berbeda. Seolah-olah kebahagiaannya direnggut oleh berbagai penyakit yang menyerang tubuh renta nya itu.

Ditengah-tengah acara tiba-tiba opung minta kesempatan untuk berbicara. Kepada semua anak,cucu,dan cicitnya ia berkeluh kesah tentang sakit yang dirasakan. Namun yang membuat saya terharu karena saat itu di mata nya saya masih melihat semangat yang menyala-nyala. Opung bilang masih ingin sembuh, ingin hidup lebih lama lagi, ingin melihat cicit dari cucu laki-lakinya. Semangat hidup itu yang tidak dimiliki semua orang. Dan semangat itu yang membuat saya sebagai cucunya merasa beruntung memiliki opung dalam hidup saya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s