Malu Bertanya Sesat Di Jalan..

Entah kenapa makin banyak orang yang merasa lebih tau dibandingkan orang lain. Merasa lebih tau segalanya. Bahkan — yang anehnya — merasa lebih tau sebuah cerita dibandingkan orang yang mengalaminya sendiri. Sungguh ajaib.

Saya sempat mengalaminya. Tiba-tiba saja ada orang yang merasa sangat tau tentang kehidupan saya, tentang isi Twitter saya, tentang status BBM saya, dll. Aneh banget. Padahal orang itu bahkan tidak pernah sekalipun bertanya pada saya. (Jangan-jangan dia cenayang yah?) Dan lucunya, persepsi dia tentang kehidupan atau isi Twitter atau status BBM saya itu SALAH. Tapi tetap saja dia main menyimpulkan sendiri tanpa sekalipun bertanya langsung kepada saya.

Tidak tau kenapa hal seperti itu terjadi. Apakah sesusah itu bertanya kepada orang tentang kejadian yang sebenarnya? Apakah ‘main hakim’ sendiri dengan pemikiran dan lantas menyebarkan hal itu menjadi suatu hal yang sah-sah saja? Dan masih banyak pemikiran tentang itu yang menimbulkan pertanyaan di benak saya. Jujur, saya tidak mengerti.

Saya yakin pepatah ‘malu bertanya sesat di jalan’ diciptakan berdasarkan suatu kejadian. Dan seharusnya orang-orang mengerti maksud pepatah itu. Secara harafiah pepatah itu berarti ‘kalau tidak tau jalan jangan diam saja, mendingan tanya sama orang’. Tapi pepatah itu juga bisa berarti ‘jangan tersesat di dalam pemikiran sendiri, sebaiknya bertanya kepada orang lain supaya tidak salah’. Sayangnya sebagian besar orang memilih diam, entah malu atau gengsi, tapi lebih baik menyimpulkan sendiri.

Berpikir itu adalah hak setiap orang. Sah-sah saja punya pemikiran positif/negatif. Tapi kalau pemikirannya itu sudah merugikan orang lain, apa tidak sebaiknya diluruskan dulu. Supaya tidak salah konteks.

Dan diakhir tulisan ini saya ingin mengutip sebuah quote: “Every single person on the planet has a story. Don’t judge people before you truly know them. The truth might surprise you.”