Sembunyi

Saat itu hujan turun.

Ada rasa syahdu tercipta, bukan dingin penyebabnya.

Melainkan jarak diantara kita.

“Jadi kamu harus sembunyi?” tanyamu sekali lagi.

Aku hanya diam.

Bisakah itu dianggap sebagai jawaban?

Karena aku takut merasakannya kembali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s